Muhammad Iqbal
20 Apr 2026 04:09 - 6 menit membaca

Kumpulan Peribahasa Abjad D Lengkap: Arti dan Makna

Bagikan

Setelah kita menelusuri kekayaan makna pada abjad sebelumnya, kini saatnya kita membedah filosofi yang tersirat dalam peribahasa abjad D. Dalam literatur Nusantara, abjad ini sering kali menjadi pintu masuk bagi nasihat-nasihat tentang harga diri, keteguhan prinsip, dan etika dalam pergaulan. Oleh karena itu, memahami kumpulan peribahasa ini sangatlah penting untuk memperhalus budi pekerti kita.

Meskipun zaman terus berkembang, namun nilai-nilai yang terkandung dalam huruf D tetap relevan. Hal ini dikarenakan peribahasa tersebut menggunakan analogi yang dekat dengan kehidupan manusia, seperti Darah, Daging, Dapur, hingga Durian. Selanjutnya, mari kita pelajari daftar lengkapnya di bawah ini.

Peribahasa Abjad D

Daftar Peribahasa Indonesia Abjad D dan Artinya

Berikut ini adalah tabel peribahasa pilihan yang dimulai dengan huruf D. Selain menyajikan arti secara harfiah, tabel ini juga menjelaskan makna filosofis yang terkandung di dalamnya.

No Peribahasa Makna
1 Dalam berselimut api Seseorang yang hidup dalam bahaya besar tanpa disadari
2 Dalam genggaman Sesuatu yang sudah pasti dikuasai atau dimiliki sepenuhnya
3 Dalam laut dapat diduga, dalam hati siapa tahu Perasaan atau niat seseorang sangat sulit untuk ditebak
4 Dalam sudah keajukan, dangkal sudah keseberang Seseorang yang sudah sangat dikenal sifat, tabiat, maupun kemampuannya
5 Dalam tempurung Memiliki wawasan yang sempit karena kurang pergaulan (seperti katak)
6 Dapat durian runtuh Mendapat rezeki atau keberuntungan besar yang tidak terduga
7 Darah daging Anak kandung sendiri atau kerabat yang sangat dekat hubungannya
8 Dari kecil teranja-anja, sudah besar terbawa-bawa Kebiasaan buruk yang dibiarkan sejak kecil akan sulit diubah saat dewasa
9 Dari semak ke belukar Berpindah dari tempat yang buruk ke tempat yang sama buruknya
10 Dari telaga yang jernih tidak akan mengalir air yang keruh Seseorang yang baik hatinya akan melahirkan keturunan atau perbuatan yang baik pula
11 Daripada hidup berputih mata, lebih baik mati berputih tulang Lebih baik mati berjuang daripada hidup menanggung malu atau kehinaan
12 Daripada hujan emas di negeri orang, lebih baik hujan batu di negeri sendiri Sesenang apa pun di negeri orang, lebih baik hidup di tanah air sendiri
13 Datang bulan, hilanglah bintang Kekuasaan atau kehebatan seseorang hilang setelah muncul yang lebih hebat
14 Datang membawa berkat, pulang membawa rahmat Kehadiran seseorang yang selalu memberikan kebaikan bagi sekelilingnya
15 Datang tampak muka, pulang tampak punggung Harus bersikap sopan saat datang maupun saat berpamitan pergi
16 Datang tidak berjemput, pulang tidak berantar Seseorang yang kehadirannya tidak dihargai atau dianggap tidak penting
17 Daun dapat dilayangkan, getah jatuh ke perdu juga Setiap rahasia atau harta pada akhirnya akan kembali ke keluarganya juga
18 Deras datang, deras kena Pekerjaan yang terlalu terburu-buru biasanya cepat mendatangkan kesalahan
19 Di air yang tenang jangan disangka tiada buaya Orang yang pendiam jangan dianggap remeh, karena bisa sangat berbahaya
20 Di antara dua pilihan Berada dalam keadaan dilema atau situasi yang serba sulit
21 Di atas langit masih ada langit Jangan sombong, karena selalu ada orang yang lebih hebat dari kita
22 Di belakang parang pun kalau diasah tajam juga Orang yang kurang pintar jika tekun belajar pasti akan menjadi ahli
23 Di mana ada asap, di situ ada api Setiap kejadian pasti ada sebab atau alasan di baliknya
24 Di mana ada gula, di situ ada semut Tempat yang menjanjikan keuntungan pasti akan didatangi banyak orang
25 Di mana ada kemauan, di situ ada jalan Jika memiliki tekad yang kuat, pasti akan ditemukan cara untuk berhasil
26 Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung Kita harus mematuhi adat istiadat tempat kita berada
27 Di tepi bibir saja Hanya sekadar ucapan, tidak benar-benar tulus atau sungguh-sungguh
28 Di ujung tanduk Keadaan yang sangat kritis, genting, atau dalam bahaya besar
29 Diam itu emas Diam lebih baik daripada bicara jika tidak memberikan manfaat
30 Diam-diam menghanyutkan Orang yang pendiam namun berilmu tinggi atau memiliki niat berbahaya
31 Diam-diam ubi berisi Orang pendiam yang sebenarnya sangat berilmu atau banyak hasil karyanya
32 Diberi betis hendak paha Seseorang yang tidak pernah puas dengan pemberian yang diterimanya
33 Didengar gemuruh di langit, air tempayan dicurahkan Melepas apa yang sudah dimiliki karena mengharap keuntungan besar yang belum pasti
34 Dikit-dikit lama-lama menjadi bukit Sesuatu yang sedikit jika dikumpulkan terus-menerus akan menjadi banyak
35 Duduk beramai-ramai, tegak bercerai-berai Hanya mau bersama saat senang, namun berpisah saat harus bekerja keras
36 Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi Dua pihak yang memiliki derajat atau martabat yang setara
37 Dunia tak selebar daun kelor Dunia ini luas, jangan mudah berputus asa jika mengalami kegagalan
38 Duri dalam daging Sesuatu yang terus-menerus mengganggu ketenangan hati atau pikiran

Analisis Kedalaman: Mengapa Abjad D Menekankan Integritas?

Jika kita perhatikan secara saksama, peribahasa abjad D banyak berbicara tentang kesetiaan dan jati diri. Sebagai contoh, peribahasa “Darah lebih kental daripada air” secara tegas mengingatkan kita akan pentingnya menjaga ikatan keluarga di atas segalanya. Selain itu, peribahasa “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” merupakan fondasi etika sosial yang sangat luar biasa bagi siapa pun yang hidup merantau.

Oleh karena itu, penggunaan peribahasa ini dalam kehidupan sehari-hari bukan hanya untuk mempercantik gaya bahasa. Lebih dari itu, tujuannya adalah sebagai pengingat agar kita tetap membumi dan menghargai nilai-nilai kemanusiaan. Jadi, meskipun dunia semakin modern, nasihat kuno ini tetap menjadi pedoman yang akurat.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa kumpulan peribahasa berawalan abjad D membawa pesan kuat tentang identitas dan tata krama. Mulai dari urusan syukur atas rezeki hingga cara bersikap di negeri orang, semuanya telah dirangkum dengan sangat apik. Oleh sebab itu, melestarikan peribahasa ini adalah langkah nyata dalam menjaga kekayaan intelektual bangsa.

Dengan memahami makna peribahasa ini, kita diharapkan dapat menjadi pribadi yang lebih bijak, rendah hati, dan penuh pertimbangan dalam setiap tindakan.

FAQ khusus untuk Peribahasa Abjad D

1. Apa yang dimaksud dengan peribahasa Abjad D?

Peribahasa Abjad D adalah kumpulan peribahasa dalam bahasa Indonesia/Melayu yang diawali huruf D, seperti “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” dan “Dalam laut dapat diduga, dalam hati siapa tahu”.

2. Apa contoh peribahasa Abjad D yang paling populer?

Beberapa contoh yang terkenal antara lain “Dikit-dikit lama-lama menjadi bukit”, “Diam-diam ubi berisi”, dan “Di atas langit masih ada langit”.

3. Apa makna dari “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”?

Artinya kita harus menghormati dan menyesuaikan diri dengan adat, budaya, dan aturan di tempat kita berada.

4. Mengapa banyak peribahasa Abjad D diawali dengan kata “Di”?

Kata “Di” sering digunakan untuk menunjukkan tempat atau kondisi, sehingga cocok untuk menggambarkan situasi dalam bentuk peribahasa.

5. Apa fungsi peribahasa dalam kehidupan sehari-hari?

Peribahasa digunakan untuk menyampaikan nasihat, pengalaman hidup, dan nilai moral dengan cara yang lebih halus dan mudah dipahami.

6. Apakah semua ungkapan berawalan D termasuk peribahasa?

Tidak. Beberapa seperti “di ujung tanduk” atau “duri dalam daging” sering dianggap peribahasa, tetapi sebenarnya termasuk ungkapan kiasan.

7. Apa perbedaan peribahasa dan ungkapan?

Peribahasa biasanya berupa kalimat lengkap yang mengandung nasihat, sedangkan ungkapan lebih pendek dan digunakan sebagai bagian dari kalimat.

8. Mengapa penting menggunakan peribahasa yang asli?

Peribahasa asli mencerminkan budaya, kebijaksanaan, dan nilai tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun.

9. Apakah peribahasa Abjad D masih relevan saat ini?

Sangat relevan, karena nilai-nilai seperti kerja keras, kesopanan, dan kebijaksanaan tetap dibutuhkan dalam kehidupan modern.

10. Bagaimana cara menggunakan peribahasa dengan tepat?

Pahami maknanya terlebih dahulu, lalu gunakan sesuai konteks agar pesan yang disampaikan menjadi lebih kuat dan bermakna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *