Muhammad Iqbal
24 Apr 2026 09:27 - 5 menit membaca

Kumpulan Peribahasa Abjad L Lengkap: Arti dan Makna

Bagikan

Setelah kita menuntaskan diskusi mengenai abjad-abjad sebelumnya, sekarang mari kita beralih ke eksplorasi peribahasa abjad L. Dalam khazanah bahasa Indonesia, huruf L merupakan salah satu abjad yang menyimpan banyak metafora tentang hukum alam dan etika sosial. Hal ini dikarenakan banyak peribahasa pada abjad ini yang menggunakan analogi benda cair, flora, serta fenomena gerak, seperti Laut, Lidah, Lubuk, hingga Lalat.

Peribahasa yang dimulai dengan huruf L sering kali memberikan nasihat tajam mengenai pengendalian diri, konsistensi, dan cara beradaptasi dengan lingkungan. Oleh karena itu, memahami kumpulan ini sangat penting agar kita bisa lebih bijaksana dalam menempatkan diri di tengah masyarakat. Selain itu, mari kita perhatikan bagaimana para leluhur menggunakan simbol-simbol tersebut dalam daftar lengkap di bawah ini.

Peribahasa Abjad L

Daftar Peribahasa Indonesia Abjad L dan Artinya

Tabel di bawah ini merangkum kumpulan peribahasa pilihan yang dimulai dengan huruf L. Selain menyajikan arti secara tekstual, kami juga menyertakan penjelasan filosofis agar maknanya lebih mudah diserap oleh pembaca modern.

No Peribahasa Makna
1Laba sama dibagi, rugi sama diterajuiPersahabatan yang setia, di mana keuntungan maupun kerugian ditanggung bersama-sama.
2Lain bengkak lain bernanahSeseorang yang berbuat salah, tetapi orang lain yang harus menanggung akibat atau hukumannya.
3Lain di bibir lain di hatiSeseorang yang perkataannya tidak sesuai dengan isi hatinya (munafik/tidak jujur).
4Lain dulang lain kaki, lain orang lain hatiSetiap orang memiliki pendapat, keinginan, dan kegemaran yang berbeda-beda.
5Lain gatal lain digarukMemberikan solusi atau jawaban yang tidak sesuai dengan masalah yang sedang dihadapi.
6Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannyaSetiap tempat atau daerah memiliki adat istiadat dan kebiasaan yang berbeda-beda.
7Laki pulang kelaparan, dagang lalu ditanakkanTerlalu sibuk mengurusi urusan orang lain sementara urusan keluarga sendiri telantar.
8Laksana air di daun talasSeseorang yang tidak memiliki pendirian tetap atau selalu berubah-ubah.
9Laksana anjing menggonggong, kafilah berlaluTidak perlu mempedulikan celaan atau gunjingan orang lain dalam mencapai tujuan.
10Laksana api dalam sekamBahaya atau permusuhan yang tersembunyi namun tetap mengancam.
11Laksana padi, kian berisi kian merundukSemakin tinggi ilmu atau derajat seseorang, maka ia akan semakin rendah hati.
12Laksana telur di ujung tandukKeadaan yang sangat berbahaya, kritis, atau genting.
13Lalu jarum, lalu kelindanJika usaha awal yang sulit berhasil, maka langkah-langkah selanjutnya akan lebih mudah.
14Lamun ada ubi, akal pun adaDalam keadaan terdesak, seseorang biasanya akan menjadi kreatif mencari jalan keluar.
15Lancung ke ujian, lurus ke jalanSesuatu yang nampaknya buruk ternyata baik (atau sebaliknya) setelah diuji kebenarannya.
16Langit runtuh bumi pun terbelahMenggambarkan bencana yang sangat besar atau kesedihan yang amat mendalam.
17Laut mana yang tidak berombakSetiap kehidupan atau pekerjaan pasti memiliki tantangan dan masalah.
18Lemah lembut seperti kapasSeseorang yang memiliki sifat sangat halus, sabar, dan tidak pemarah.
19Lempar batu sembunyi tanganMelakukan perbuatan buruk namun tidak mau bertanggung jawab dan berpura-pura tidak tahu.
20Lepas dari mulut harimau, jatuh ke mulut buayaBaru saja terhindar dari satu bahaya besar, langsung tertimpa bahaya lain yang sama besarnya.
21Lidah tidak bertulangSeseorang yang sangat mudah berjanji namun sangat mudah pula untuk mengingkarinya.
22Lilin membakar diri untuk menerangi orang lainSeseorang yang rela berkorban demi kepentingan atau kebahagiaan orang banyak.
23Lingga di dalam telagaSesuatu yang sudah diletakkan pada tempat yang serasi atau tepat.
24Lubuk akal tepian ilmuSeseorang yang sangat cerdas, berilmu luas, dan menjadi tempat orang bertanya.
25Luka di kaki, sakit di seluruh badanJika salah satu anggota keluarga menderita, seluruh anggota keluarga lainnya ikut merasakan.
26Luka di tangan nampak, luka di hati siapa tahuPenderitaan batin atau sakit hati seseorang seringkali tidak terlihat oleh orang lain.
27Lupa daratanMenjadi sombong atau lupa diri karena mendapatkan kesenangan, harta, atau kekuasaan.
28Lurus bagai benangSifat seseorang yang sangat jujur, adil, dan tidak suka menipu.

Analisis Kedalaman: Mengapa Abjad L Menekankan Keluwesan Hidup?

Apabila kita perhatikan secara saksama, peribahasa abjad L sangat identik dengan penggunaan kata “Lidah” dan “Lain”. Hal ini menunjukkan bahwa kearifan lokal kita sangat mewaspadai bahaya kata-kata dan pentingnya menghargai keberagaman. Sebagai contoh, peribahasa “Lain ladang lain belalang” merupakan fondasi toleransi yang mengajarkan kita untuk selalu menghormati norma di mana pun kita berada.

Selain itu, terdapat penekanan yang kuat pada aspek keteguhan prinsip, seperti yang terlihat pada peribahasa “Lebih baik mati berkalang tanah”. Melalui kiasan ini, kita diajarkan bahwa integritas adalah segalanya bagi seorang manusia. Jadi, meskipun tantangan hidup semakin dinamis di era modern, menjaga kehormatan diri tetap menjadi nilai mutlak yang tidak dapat ditawar.

Kesimpulan

Berdasarkan uraian di atas, dapat kita simpulkan bahwa kumpulan peribahasa berawalan abjad L mengandung pelajaran moral yang sangat fundamental. Mulai dari pentingnya konsistensi dalam belajar hingga etika dalam menjaga lisan, semuanya tersampaikan secara elegan melalui metafora yang kuat. Oleh sebab itu, melestarikan peribahasa ini merupakan cara terbaik untuk menjaga kualitas karakter kita di tengah perubahan zaman.

Dengan memahami makna-makna ini, diharapkan kita dapat menjadi pribadi yang lebih mawas diri, menghargai perbedaan budaya, serta selalu bijaksana dalam menanggapi setiap peristiwa kehidupan.

FAQ khusus untuk Peribahasa Abjad L

1. Apa ciri khas peribahasa Abjad L?

Peribahasa Abjad L banyak menggunakan pola perbandingan dan pengulangan seperti “lain… lain…” serta kiasan dengan kata “laksana”. Hal ini membuat maknanya mudah dipahami dan kaya akan nilai budaya.

2. Apa makna dari “Lain ladang lain belalang”?

Peribahasa ini berarti bahwa setiap tempat memiliki kebiasaan, adat, dan aturan yang berbeda, sehingga kita harus mampu menyesuaikan diri.

3. Apa arti “Lempar batu sembunyi tangan”?

Peribahasa ini menggambarkan seseorang yang melakukan kesalahan atau kejahatan tetapi tidak mau bertanggung jawab atas perbuatannya.

4. Apa pesan dari “Lidah tak bertulang”?

Peribahasa ini mengingatkan bahwa perkataan manusia mudah berubah dan dapat menyakiti orang lain, sehingga kita harus berhati-hati dalam berbicara.

5. Mengapa “Laksana padi, makin berisi makin merunduk” penting diajarkan?

Karena peribahasa ini menanamkan nilai rendah hati, tidak sombong, dan menghargai ilmu sebagai bagian dari karakter yang baik.

6. Apakah semua kalimat berawalan huruf L termasuk peribahasa?

Tidak. Peribahasa harus memiliki bentuk tetap, makna kiasan, dan berasal dari tradisi lama. Kalimat biasa atau ungkapan modern tidak termasuk peribahasa.

7. Apa makna “Luka di tangan nampak, luka di hati siapa tahu”?

Peribahasa ini menjelaskan bahwa penderitaan batin tidak selalu terlihat dari luar, sehingga kita perlu memiliki empati terhadap orang lain.

8. Bagaimana cara mengajarkan peribahasa Abjad L kepada siswa?

Guru dapat menggunakan cerita kontekstual, contoh kehidupan sehari-hari, ilustrasi visual, dan diskusi kelompok agar siswa lebih mudah memahami makna dan nilai moralnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

- - Daftar Lengkap Bahasa Daerah di Indonesia Berdasarkan 38 Provinsi