Muhammad Iqbal
12 Mei 2026 10:45 - 9 menit membaca

Kumpulan Pepatah Huruf B dan Artinya Lengkap

Bagikan

Pepatah merupakan ungkapan tradisional yang mengandung makna mendalam dan sering digunakan sebagai nasihat dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bahasa yang singkat namun padat, pepatah mampu menggambarkan berbagai kondisi kehidupan, sifat manusia, hingga hubungan sosial dengan cara yang halus dan mudah dipahami.

Pada pepatah huruf B, banyak ungkapan yang menyoroti perilaku manusia, kebiasaan hidup, serta hubungan sebab-akibat. Melalui perumpamaan sederhana, pepatah-pepatah ini memberikan pelajaran penting tentang bagaimana seseorang seharusnya bersikap dalam berbagai situasi.

Pepatah Indonesia Huruf B

Daftar Pepatah Huruf B dan Artinya

Berikut adalah beberapa pepatah huruf B yang paling lengkap dan sering digunakan beserta makna tersirat di dalamnya:

Informasi Selengkapnya: Temukan koleksi 500 pepatah lengkap dari A-Z melalui tautan berikut: Kumpulan Pepatah Indonesia Lengkap dan Artinya (A–Z) »

No Pepatah Makna
BADAN
92 Badan boleh dimiliki, hati tidak boleh dimiliki Seseorang bisa dikuasai secara lahir, tetapi pikirannya tetap bebas.
93 Hancur badan dikandung tanah, budi baik terkenang jua Kebaikan akan selalu dikenang meski seseorang telah tiada.
BADAR
94 Main badar, main gerundang Orang kecil meniru gaya orang besar hingga mendapat kesulitan.
95 Kalau pandai menggulai, badar menjadi tenggiri Kemampuan mengolah sesuatu membuat hal sederhana tampak bernilai.
BAJAK
96 Dahulu bajak daripada jawi Pekerjaan dilakukan tidak sesuai urutan atau aturan.
97 Untuk bajak kait, untuk cangkul unjur Sesuatu yang serba tanggung dan tidak cocok digunakan.
BAJI
98 Bertemu baji dengan matan Pertemuan dua pihak yang sama kuat.
BAJU
99 Mencabik baju di dada Membuka aib sendiri atau keluarga.
BAHASA
100 Bahasa menunjukkan bangsa Sopan santun mencerminkan kepribadian seseorang.
BAYANG-BAYANG
101 Bayang-bayang sepanjang badan Bertindak sesuai kemampuan diri.
BAKAR
102 Terbakar kampung kelihatan asap, terbakar hati siapa tahu Penderitaan batin tidak terlihat oleh orang lain.
BALA
103 Bala lalu dibawa singgah Mencari masalah sendiri hingga mendapat kesulitan.
BALAM
104 Memikat balam dengan balam Mencapai sesuatu dengan alat atau cara yang sejenis.
105 Pejatian balam pada rebah Keinginan yang sangat diharapkan akhirnya tercapai.
BALING-BALING
106 Bagai baling-baling di atas bukit Tidak punya pendirian tetap.
BANGAU
107 Setinggi-tinggi terbang bangau, akhirnya kembali ke kubangan Sejauh apa pun pergi, akhirnya kembali ke asal.
BANYAK
108 Banyak habis, sedikit cukup Pengeluaran bergantung pada cara mengelola.
BAU
109 Jauh bau bunga, dekat bau hati Sering bertengkar saat dekat, tetapi rindu saat berjauhan.
110 Tidak berbau telunjuk saya Tidak percaya sama sekali.
BARA
111 Bagai terpijak bara hangat Gelisah karena masalah atau beban pikiran.
112 Jangan digenggam seperti bara Jangan hanya setia saat senang saja.
BATANG
113 Membangkit batang terendam Mengembalikan nama baik yang telah hilang.
114 Sungguhpun batang merdeka, ingat pucuk akan terempas Harus memikirkan akibat dari suatu tindakan.
BATAS
115 Berjalan sampai ke batas, berlayar sampai ke pulau Kerjakan sesuatu hingga tuntas.
BATU
116 Lempar batu sembunyi tangan Berbuat jahat tanpa mau bertanggung jawab.
117 Batu kecil berguling naik, batu besar berguling turun Kedudukan manusia bisa berubah.
118 Bagai mengungkit batu di bencah Pekerjaan yang sangat sulit dilakukan.
BEBAN
119 Tak beban batu digalas Mencari masalah sendiri atau mencampuri urusan orang lain.
120 Beban berat senggulung batu Tanggung jawab yang sangat berat.
121 Seberat-berat beban, laba jangan ditinggalkan Dalam kesulitan tetap mencari peluang yang baik.
BEDIL
122 Menjual bedil kepada lawan Membocorkan rahasia kepada musuh.
BEKAS
123 Bekas tertarung lagi terkenang, apa pula hubungan nyawa Selalu teringat pada sesuatu yang sangat disayangi.
BELALANG
124 Belalang telah menjadi elang Orang hina menjadi mulia.
125 Tenung-tenung Pak Belalang Menebak tanpa dasar ilmu.
BELANDA
126 Bagai Belanda minta tanah Orang yang sangat tamak dan tidak pernah puas.
BELACAN
127 Bagai belacan dikerat dua Kedua pihak sama-sama mendapat aib.
BELIDA
128 Apa kenang pada belida, sisik ada tulang pun ada Seseorang yang memiliki segala kelebihan.
BELIUNG
129 Kilat beliung sudah ke kaki, kilat cermin sudah ke muka Orang bijak cepat memahami maksud orang lain.
130 Bertemu beliung dengan ruyung Pertemuan dua pihak yang sama kuat.
BENANG
131 Menegakkan benang basah Melakukan pekerjaan yang mustahil berhasil.
132 Sehari selembar benang, lama-lama menjadi sehelai kain Kesabaran dan ketekunan akan membuahkan hasil.
BENGKAK
133 Lain bengkak lain menanah Lain yang ditanya, lain yang dijawab.
BENIH
134 Jika benih yang baik, jatuh ke laut menjadi pulau Orang baik akan berhasil di mana pun.
BERAS
135 Tak berberas akan ditanak Tidak punya kemampuan untuk ditampilkan.
BERAT
136 Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing Kebersamaan dalam suka dan duka.
137 Berapa berat mata memandang, berat jua bahu memikul Yang mengalami lebih merasakan penderitaan.
BEREK-BEREK
138 Berek-berek laga siang, malam sekelelapan Tampak bertengkar, tetapi sebenarnya rukun.
BERUDU
139 Berudu besar di kubangan, buaya besar di lautan Setiap orang memiliki tempatnya masing-masing.
BERUK
140 Mabuk karena beruk berayun Terlalu asyik pada hal yang tidak berguna.
BESAR
141 Besar hendak melanda, panjang hendak melindih Orang berkuasa yang bertindak sewenang-wenang.
BESI
142 Besi baik dibajai Sesuatu yang baik diperbaiki lagi.
143 Sedencing bagai besi, seciap bagai ayam Sangat kompak dan seia sekata.
BETUNG
144 Bagai membelah betung Bersikap tidak adil atau berat sebelah.
145 Betung bulat tak bersegi, pipit jantan tak bersarang Hidup bebas tanpa tanggungan.
BIJI
146 Menanam biji atas batu Memberi nasihat kepada orang yang tidak mau mendengar.
BIDUK
147 Tertumpang di biduk tiris Ikut dalam keadaan yang merugikan.
148 Tiada biduk karam sebelah Kesusahan seseorang berdampak pada orang lain.
149 Biduk lalu kiambang bertaut Perselisihan akan kembali baik.
150 Lain biduk lain digalang Tidak sesuai antara masalah dan jawaban.
151 Tertumbuk biduk dikelokkan, tertumbuk kata dipikiri Jika terhalang, cari jalan lain.
152 Biduk satu nakoda dua Satu pekerjaan dipimpin dua orang, biasanya gagal.
153 Seperti biduk dikayuh hilir Mengerjakan sesuatu yang sangat disukai.
BILANG
154 Berbilang dari esa, mengaji dari alif Segala sesuatu harus dimulai dari dasar.
BILANG
155 Rendah bilang-bilang diseluduki, tinggi kayu ara dilangkahi Segala sesuatu hendaknya dilakukan sesuai adat dan aturan yang berlaku.
BINATANG
156 Binatang tahan palu, manusia tahan kias Mendidik manusia harus dengan sindiran atau kebijaksanaan, bukan kekerasan.
BIRAH
157 Seperti birah tidak berurat Orang yang sangat malas dan tidak memiliki semangat.
BISA
158 Alah bisa karena biasa Kebiasaan membuat seseorang menjadi terampil.
BISU
159 Bagai si bisu berasian Ingin menyampaikan sesuatu tetapi tidak mampu mengungkapkannya.
BUAH
160 Buah yang manis berulat di dalamnya Kata-kata manis sering menyimpan maksud buruk.
161 Buah masak tergantung tinggi Mengharapkan sesuatu yang sulit dicapai.
BUAT
162 Berbuat baik pada-padai, berbuat jahat jangan sekali Berbuat baik secukupnya dan jauhi kejahatan.
BUJANG
163 Bak bujang jolong berkeris Sombong karena baru mendapatkan kedudukan atau kekayaan.
BUJUR
164 Terbujur lalu, terbelintang patah Perintah keras yang harus dipatuhi.
BUHUL
165 Membuhul jangan membuku, mengulas jangan mengesan Menyimpan rahasia harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak terbongkar.
BUIH
166 Kalau pandai menitih buih, selamat badan ke seberang Dengan usaha dan ketekunan, hal sulit dapat dicapai.
BUKIT
167 Berdikit-dikit, lama-lama menjadi bukit Sedikit demi sedikit akan menjadi banyak.
BUKU
168 Bertemu ruas dengan buku Perjumpaan yang sangat cocok atau sepadan.
BULAN
169 Bagai bulan kesiangan Wajah pucat tetapi tetap terlihat menarik.
170 Bagai bulan empat belas Wajah yang sangat cantik dan berseri.
171 Bagai bulan dipagar bintang Orang cantik dikelilingi orang-orang yang juga menarik.
172 Apa guna bulan terang dalam hutan Ilmu tidak berguna jika tidak pada tempatnya.
BULANG
173 Terbulang ayam betina Orang yang disangka hebat ternyata tidak mampu.
BULAT
174 Bulat air oleh pembuluh, bulat kata oleh mufakat Kesepakatan dicapai melalui musyawarah.
175 Bulat boleh digulingkan, pipih boleh dilayangkan Keputusan yang sudah disepakati bersama.
BULU
176 Carik-carik bulu ayam, lama-lama bercantum pula Perselisihan keluarga akan rukun kembali.
BUMI
177 Bumi dipijak, langit dijunjung Harus menghormati adat dan aturan tempat tinggal.
178 Bagai bumi dengan langit Perbedaan yang sangat jauh.
BUNGA
179 Di mana bunga kembang, di situ kumbang datang Tempat yang menarik akan didatangi banyak orang.
180 Ibarat bunga, segar dipakai, layu dibuang Kasih sayang yang tidak setia.
181 Laksana bunga dedap, sungguh merah berbau tidak Indah tetapi tidak berguna.
182 Sebab kasih bunga setangkai, dibuang bunga seceper Mementingkan satu orang hingga melupakan yang lain.
BUNGKUK
183 Yang bungkuk juga dimakan sarung Orang yang tidak jujur atau berbuat salah pada akhirnya akan mendapat akibatnya.
184 Takkan bungkuk sebab menyuruk Tidak hina melakukan pekerjaan rendah demi tujuan yang baik.
BUNGKUS
185 Besar bungkus tak berisi Banyak bicara tetapi tidak ada bukti atau kemampuan.
186 Sepandai-pandai membungkus, yang busuk berbau juga Kejahatan atau kesalahan akan terbongkar juga pada akhirnya.
BURUNG
187 Ibarat burung, mata lepas badan terkurung Hidup terjaga tetapi tidak memiliki kebebasan.
188 Burung gagak dimandikan air mawar tidak akan putih Tabiat buruk sulit diubah walau diberi nasihat.
189 Harapkan burung terbang tinggi, punai di tangan dilepaskan Mengejar yang belum pasti hingga kehilangan yang sudah ada.
190 Membadai burung di atas langit Mengharapkan sesuatu yang mustahil tercapai.
191 Kuat burung karena sayap Setiap orang memiliki kelebihan masing-masing.
BUTA
192 Seperti si buta baru melihat Orang yang sombong karena baru mendapat kesenangan.
193 Seperti orang buta kehilangan tongkat Kebingungan karena kehilangan pegangan.
194 Orang buta diberi bersuluh Pemberian atau nasihat yang tidak berguna bagi penerimanya.

Makna dan Nilai dalam Pepatah Huruf B

Pepatah huruf B banyak mengandung nilai tentang kebersamaan, kehati-hatian, serta kesadaran diri dalam menjalani kehidupan. Nilai-nilai ini mengajarkan pentingnya menjaga hubungan dengan orang lain, bersikap bijak, serta memahami batas kemampuan diri.

Selain itu, pepatah-pepatah ini juga menekankan bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. Oleh karena itu, seseorang diharapkan mampu berpikir matang sebelum bertindak agar tidak menimbulkan kerugian bagi diri sendiri maupun orang lain.

Contoh Penggunaan dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam kehidupan sehari-hari, pepatah huruf B sering digunakan untuk menggambarkan situasi tertentu secara lebih singkat namun bermakna.

Dalam lingkungan sosial, pepatah digunakan untuk menjelaskan hubungan antarindividu atau sifat seseorang. Dalam dunia kerja, pepatah menjadi pengingat agar tetap bekerja secara seimbang dan tidak berlebihan. Dalam keluarga, pepatah membantu menyampaikan nasihat dengan cara yang lebih halus dan mudah diterima.

Keunikan Pepatah Huruf B

Pepatah huruf B memiliki ciri khas penggunaan perbandingan yang kuat, terutama dengan hewan dan benda di sekitar. Hal ini membuat makna yang disampaikan terasa lebih hidup dan mudah dipahami.

Selain itu, struktur bahasanya yang sederhana membuat pepatah mudah diingat dan sering digunakan dalam berbagai situasi, baik formal maupun informal.

Manfaat Mempelajari Pepatah

Mempelajari pepatah huruf B dapat membantu meningkatkan pemahaman terhadap nilai-nilai kehidupan serta memperkaya kemampuan berbahasa. Pepatah juga dapat menjadi alat komunikasi yang efektif untuk menyampaikan pesan tanpa harus berbicara panjang lebar.

Di samping itu, pepatah menjadi jembatan untuk memahami budaya dan cara berpikir masyarakat Indonesia yang penuh dengan kebijaksanaan.

Tips Memahami Pepatah

Untuk memahami pepatah dengan lebih baik, penting untuk melihat makna yang tersirat di balik kata-katanya. Tidak semua pepatah dapat dipahami secara harfiah, sehingga diperlukan pemahaman konteks.

Menggunakan pepatah dalam percakapan sehari-hari serta membaca berbagai variasi pepatah dapat membantu memperdalam pemahaman. Selain itu, mencoba menghubungkan pepatah dengan pengalaman pribadi juga akan membuat maknanya lebih mudah diingat.

Kesimpulan

Pepatah huruf B merupakan bagian penting dari kekayaan bahasa Indonesia yang mengandung banyak nilai kehidupan. Dengan memahami maknanya, kita dapat mengambil pelajaran berharga yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

- - Fakta Badak Jawa: Mamalia Paling Langka yang Bertahan di Ujung Kulon