Muhammad Iqbal
1 Mei 2026 07:45 - 6 menit membaca

Kumpulan Peribahasa Abjad S Lengkap: Arti dan Makna

Bagikan

Setelah kita menuntaskan diskusi mengenai abjad-abjad sebelumnya, sekarang mari kita beralih ke eksplorasi peribahasa abjad S. Dalam khazanah bahasa Indonesia, huruf S merupakan salah satu abjad yang menyimpan koleksi metafora paling kaya tentang etika, kewaspadaan, dan konsekuensi tindakan. Hal ini dikarenakan banyak peribahasa pada abjad ini yang menggunakan analogi elemen alam yang sangat dekat dengan kita, seperti Sungai, Susu, Semut, hingga Sirih.

Peribahasa yang dimulai dengan huruf S sering kali memberikan nasihat tajam mengenai pengendalian diri, pentingnya menjaga lisan, serta cara beradaptasi dengan lingkungan. Oleh karena itu, memahami kumpulan ini sangat penting agar kita bisa lebih bijaksana dalam menempatkan diri di tengah masyarakat. Selain itu, mari kita perhatikan bagaimana para leluhur menggunakan simbol-simbol tersebut dalam daftar lengkap di bawah ini.

Peribahasa Abjad S

Daftar Peribahasa Indonesia Abjad S dan Artinya

Tabel di bawah ini merangkum kumpulan peribahasa pilihan yang dimulai dengan huruf S. Selain menyajikan arti secara tekstual, kami juga menyertakan penjelasan filosofis agar maknanya lebih mudah diserap oleh pembaca modern.

No Peribahasa Makna
1Sambil menyelam minum airMelakukan satu pekerjaan namun mendapatkan dua atau lebih hasil sekaligus (mengerjakan dua hal bersamaan).
2Satu telapak tangan tak dapat menutup langitKebenaran yang sudah nyata dan besar tidak mungkin bisa disembunyikan lagi dengan cara apa pun.
3Sebab nila setitik, rusak susu sebelangaHanya karena satu kesalahan kecil, seluruh kebaikan atau reputasi besar menjadi hancur/tercemar.
4Sedia payung sebelum hujanSelalu waspada dan melakukan persiapan matang sebelum masalah atau kesulitan datang melanda.
5Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukitUsaha kecil yang dilakukan secara konsisten dan terus-menerus pasti akan membuahkan hasil yang besar.
6Sehari selembar benang, lama-lama menjadi kainPekerjaan yang dilakukan dengan kesabaran dan ketekunan sedikit demi sedikit pasti akan selesai dengan sempurna.
7Sekali air bah, sekali tepian berubahSetiap kali terjadi perubahan pemimpin atau keadaan besar, maka aturan dan suasananya pun akan ikut berubah.
8Sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percayaSekali saja seseorang berbuat curang atau berbohong, maka selamanya orang lain akan sulit untuk mempercayainya lagi.
9Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampauiMelakukan satu tindakan yang secara langsung memberikan beberapa keuntungan atau hasil sekaligus.
10Sepandai-pandai tupai melompat, sekali waktu/akhirnya jatuh jugaSepandai apa pun seseorang menyembunyikan kesalahan atau kejahatan, suatu saat pasti akan ketahuan atau gagal juga.
11Seperti air di daun talasSeseorang yang tidak teguh pendiriannya, selalu berubah-ubah, atau tidak setia pada satu prinsip.
12Seperti anjing dengan kucingDua orang yang tidak pernah bisa rukun dan selalu bertengkar setiap kali mereka bertemu.
13Seperti api dalam sekamBahaya, permusuhan, atau perasaan benci yang tersembunyi namun diam-diam terus merusak dari dalam.
14Seperti ayam kehilangan indukMenggambarkan orang yang kebingungan atau kehilangan arah karena kehilangan pemimpin atau tumpuan hidup.
15Seperti belut digetir ekorSeseorang yang sangat lincah, licin, sulit ditangkap, atau bertindak dengan sangat cepat.
16Seperti burung dalam sangkar emasSeseorang yang hidup dalam kemewahan namun merasa terkekang karena tidak memiliki kebebasan diri.
17Seperti kacang lupa akan kulitnyaOrang yang menjadi sombong dan melupakan asal-usul atau orang-orang yang membantunya setelah ia sukses.
18Seperti katak dalam tempurungOrang yang memiliki wawasan dan pengetahuan sangat sempit karena kurangnya pergaulan dan pengalaman dunia luar.
19Seperti kerbau dicocok hidungOrang bodoh atau penurut yang selalu mengikuti kemauan orang lain tanpa pernah melawan atau berpikir.
20Seperti makan buah simalakamaBerada dalam situasi yang sangat sulit di mana pilihan apa pun yang diambil akan mendatangkan kerugian/kesusahan.
21Seperti menanam tebu di bibirSeseorang yang kata-katanya sangat manis (merayu), namun sebenarnya tidak tulus atau berniat menipu.
22Seperti pungguk merindukan bulanMengharapkan sesuatu yang sangat mustahil atau mencintai seseorang yang tidak mungkin dimiliki.
23Seperti telur di ujung tandukKeadaan yang sangat kritis, berbahaya, dan sangat mudah terjerumus dalam kehancuran.
24Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak bergunaPikirkanlah secara matang sebelum bertindak, karena penyesalan yang datang terlambat tidak akan ada gunanya.
25Setinggi-tinggi bangau terbang, akhirnya ke kubangan jugaSejauh apa pun seseorang merantau atau pergi, suatu saat ia pasti akan kembali ke tempat asalnya.
26Siapa cepat dia dapatOrang yang bertindak lebih cepat akan mendapatkan kesempatan atau hasil yang lebih baik daripada yang lain.
27Siapa rajin dia pandaiKerajinan dan ketekunan adalah syarat utama untuk mencapai kepandaian dan kecerdasan.
28Sudah jatuh tertimpa tanggaMengalami nasib yang sangat malang karena musibah datang silih berganti secara berturut-turut.
29Surga di bawah telapak kaki ibuAnak wajib menghormati, menyayangi, dan berbakti sepenuhnya kepada ibu jika ingin selamat di dunia dan akhirat.
30Susu dibalas dengan tubaKebaikan yang diberikan dengan tulus justru dibalas dengan kejahatan atau pengkhianatan yang menyakitkan.

Analisis Kedalaman: Mengapa Abjad S Menekankan Kewaspadaan?

Apabila kita perhatikan secara saksama, peribahasa abjad S sangat identik dengan penggunaan kata “Seperti” dan “Sekali”. Hal ini menunjukkan bahwa kearifan lokal kita sangat mengutamakan perbandingan yang nyata untuk mengajarkan kewaspadaan. Sebagai contoh, peribahasa “Sedia payung sebelum hujan” merupakan fondasi manajemen risiko yang sangat relevan, baik dalam urusan finansial maupun kehidupan pribadi.

Selain itu, terdapat penekanan yang kuat pada aspek ketekunan, seperti yang terlihat pada peribahasa “Sedikit demi sedikit”. Melalui kiasan ini, kita diajarkan bahwa proses jauh lebih penting daripada hasil instan. Jadi, meskipun tantangan hidup di era digital menuntut serba cepat, prinsip untuk tetap sabar dan teliti (seperti filosofi semut dan tupai) tetap menjadi kunci keberhasilan yang berkelanjutan.

Kesimpulan

Berdasarkan uraian di atas, dapat kita simpulkan bahwa kumpulan peribahasa berawalan abjad S mengandung pelajaran moral yang sangat fundamental mengenai efisiensi, persiapan, dan kejujuran. Mulai dari pentingnya menjaga lisan hingga etika dalam menghadapi nasib, semuanya tersampaikan secara elegan melalui metafora yang kuat. Oleh sebab itu, melestarikan peribahasa ini merupakan cara terbaik untuk menjaga kualitas karakter kita di tengah perubahan zaman.

Dengan memahami makna-makna ini, diharapkan kita dapat menjadi pribadi yang lebih mawas diri, menghargai setiap tetes usaha, serta selalu bijaksana dalam menanggapi setiap peristiwa kehidupan.

FAQ khusus untuk Peribahasa Abjad S

1. Apa ciri khas peribahasa Abjad S?

Peribahasa Abjad S sangat kaya dan banyak menggunakan pola perumpamaan seperti “Seperti…” dan “Sekali…”. Isinya mencakup nasihat hidup, kerja keras, serta hubungan sosial.

2. Apa makna dari “Sedia payung sebelum hujan”?

Peribahasa ini mengajarkan pentingnya persiapan dan antisipasi sebelum menghadapi masalah.

3. Apa arti “Sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh juga”?

Peribahasa ini berarti bahwa sehebat apa pun seseorang, pasti pernah melakukan kesalahan.

4. Apa pesan dari “Sudah jatuh tertimpa tangga”?

Peribahasa ini menggambarkan seseorang yang mengalami kesulitan atau musibah secara berturut-turut.

5. Apa makna “Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui”?

Peribahasa ini berarti melakukan satu pekerjaan tetapi mendapatkan beberapa hasil sekaligus.

6. Apakah “Siapa cepat dia dapat” termasuk peribahasa?

Ungkapan ini sering digunakan dalam pembelajaran, namun bentuknya lebih sederhana. Dapat dianggap sebagai peribahasa modern atau ungkapan populer.

7. Mengapa banyak peribahasa Abjad S menggunakan kata “Seperti”?

Kata “Seperti” digunakan untuk membuat perbandingan yang jelas dan mudah dipahami, sehingga makna peribahasa lebih mudah diterima oleh pembaca atau pendengar.

8. Bagaimana cara mengajarkan peribahasa Abjad S kepada siswa?

Guru dapat menggunakan cerita ilustratif, permainan bahasa, diskusi, dan contoh nyata agar siswa memahami makna serta penerapan peribahasa dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

- - Fakta Lengkap Komodo: Naga Purba Terakhir yang Menghuni Indonesia