Muhammad Iqbal
25 Apr 2026 22:51 - 6 menit membaca

Kumpulan Peribahasa Abjad M Lengkap: Arti dan Makna

Bagikan

Setelah kita menuntaskan diskusi mengenai abjad-abjad sebelumnya, sekarang mari kita beralih ke eksplorasi peribahasa abjad M. Dalam khazanah bahasa Indonesia, huruf M merupakan salah satu abjad yang menyimpan banyak metafora tentang dinamika kehidupan dan hukum sebab-akibat. Hal ini dikarenakan banyak peribahasa pada abjad ini yang menggunakan analogi tindakan manusia serta elemen alam, seperti Madu, Minyak, Mata, hingga Musuh.

Peribahasa yang dimulai dengan huruf M sering kali memberikan nasihat tajam mengenai pengelolaan emosi, konsekuensi perbuatan, dan pentingnya kewaspadaan dalam bersikap. Oleh karena itu, memahami kumpulan ini sangat penting agar kita bisa lebih bijaksana dalam meniti langkah di dunia yang penuh tantangan. Selain itu, mari kita perhatikan bagaimana para leluhur menggunakan simbol-simbol tersebut dalam daftar lengkap di bawah ini.

Peribahasa Abjad M

Daftar Peribahasa Indonesia Abjad M dan Artinya

Tabel di bawah ini merangkum kumpulan peribahasa pilihan yang dimulai dengan huruf M. Selain menyajikan arti secara tekstual, kami juga menyertakan penjelasan filosofis agar maknanya lebih mudah diserap oleh pembaca modern.

No Peribahasa Makna
1Madu di tangan kanan, racun di tangan kiriSeseorang yang nampaknya menawarkan kebaikan namun sebenarnya membawa niat jahat.
2Main mataMelakukan kesepakatan rahasia untuk kepentingan tertentu atau menunjukkan ketertarikan.
3Makan hati berulam jantungMenderita sedih yang amat sangat karena perbuatan orang yang dikasihi (menderita batin).
4Makan tak kenyang, tidur tak lenaKondisi gelisah, tidak tenang, atau sangat khawatir sehingga tidak bisa melakukan apa pun dengan baik.
5Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraihNasib buruk tidak bisa dihindari dan keberuntungan tidak bisa dipaksakan; segala sesuatu adalah takdir.
6Maksud hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampaiIngin memiliki atau melakukan sesuatu yang besar namun tidak memiliki kemampuan.
7Malu bertanya sesat di jalanJika segan mencari tahu atau bertanya, pekerjaan yang dilakukan akan berakhir dengan kegagalan.
8Malu berdayung/berkayuh perahu hanyutSifat malas atau tidak mau berusaha hanya akan mendatangkan kerugian dan kesulitan.
9Manis jangan lekas ditelan, pahit jangan lekas dimuntahkanPujian jangan langsung dipercayai sepenuhnya, kritikan jangan langsung ditolak mentah-mentah.
10Manusia punya rencana, Tuhan yang menentukanManusia hanya bisa berikhtiar, namun hasil akhir tetap merupakan kehendak Tuhan.
11Masuk kandang kambing mengembik, masuk kandang kerbau menguakPandai menyesuaikan diri dengan adat istiadat dan lingkungan di mana pun kita berada.
12Masuk telinga kanan keluar telinga kiriNasihat atau perkataan baik yang sama sekali tidak didengarkan atau tidak dituruti.
13Mata air yang jernih takkan mengalirkan air yang keruhOrang yang dasarnya baik akan selalu menunjukkan perilaku dan perkataan yang baik pula.
14Matahari tidak akan terbit di sebelah baratSesuatu yang mustahil terjadi karena melawan hukum alam yang sudah pasti.
15Mati satu tumbuh seribuOptimisme bahwa pejuang yang gugur atau sesuatu yang hilang akan selalu digantikan oleh yang baru.
16Mati semut karena manisanSeseorang yang celaka atau tertipu karena terbujuk oleh pujian, rayuan, atau kesenangan sesaat.
17Meludah ke langit, muka juga yang basahMelakukan perbuatan buruk kepada orang yang dihormati akhirnya hanya mempermalukan diri sendiri.
18Memancing di air keruhMencari keuntungan pribadi di tengah kekacauan atau kesulitan yang dialami orang lain.
19Membanting tulangBekerja dengan sangat keras dan sungguh-sungguh untuk mencari nafkah.
20Menang jadi arang, kalah jadi abuPertikaian yang tidak membawa untung bagi siapa pun karena kedua pihak tetap mengalami kerugian.
21Menanti kuah tumpah ke nasiMengharapkan sesuatu yang sudah sewajarnya atau mengharapkan harta warisan.
22Mencabik baju di dadaMembuka aib keluarga atau membeberkan rahasia diri sendiri kepada orang lain.
23Mencari jarum dalam jeramiMelakukan pekerjaan yang sangat sulit dan hampir mustahil untuk berhasil dilakukan.
24Mencincang air tidak akan putusPerselisihan antar keluarga tidak akan memutuskan hubungan kekeluargaan tersebut selamanya.
25Mencoreng arang di muka sendiriMelakukan perbuatan bodoh yang mempermalukan diri sendiri atau keluarga sendiri.
26Menepuk air di dulang, terpercik muka sendiriMenceritakan aib keluarga atau mencela orang lain yang akhirnya mempermalukan diri sendiri.
27Mengadu dombaMenghasut dua pihak agar saling bertikai demi kepentingan atau keuntungan diri sendiri.
28Mengambil kesempatan dalam kesempitanMemanfaatkan situasi sulit atau penderitaan orang lain untuk mencari keuntungan pribadi.
29Mengharapkan guntur di langit, air di tempayan ditumpahkanMengharapkan sesuatu yang belum pasti, lalu membuang apa yang sudah dimiliki saat ini.
30Menjilat ludah sendiriMenarik kembali kata-kata yang pernah diucapkan atau melakukan hal yang dulu dilarang sendiri.
31Menohok kawan seiringMengkhianati teman atau rekan kerja sendiri secara diam-diam dalam suatu kerja sama.
32Menyesal kemudian tiada gunaPenyesalan yang datang terlambat tidak akan bisa memperbaiki keadaan yang sudah terjadi.
33Mimpi di siang bolongMenghayalkan sesuatu yang mustahil atau mengharapkan sesuatu tanpa ada usaha.
34Minyak dengan air takkan bercampurDua orang atau dua hal yang memiliki perbedaan prinsip sehingga tidak pernah bisa bersatu.
35Muka duaSeseorang yang tidak jujur atau munafik; bersikap baik di depan tapi jahat di belakang.
36Mulutmu harimaumuSegala perkataan yang diucapkan harus dijaga karena bisa mencelakakan diri sendiri.
37Musang berbulu ayamOrang jahat atau licik yang berpura-pura menjadi orang baik untuk menipu korbannya.
38Musuh dalam selimutMusuh atau orang yang berniat jahat yang berasal dari lingkaran orang terdekat kita.

Analisis Kedalaman: Mengapa Abjad M Menekankan pada Sebab-Akibat?

Apabila kita perhatikan secara saksama, peribahasa abjad M sangat identik dengan penggunaan kata kerja atau tindakan aktif, seperti “Menepuk” dan “Mengadu”. Hal ini menunjukkan bahwa kearifan lokal kita sangat mewaspadai dampak dari setiap perilaku manusia terhadap lingkungannya. Sebagai contoh, peribahasa “Menepuk air di dulang” merupakan pengingat moral yang sangat kuat agar kita selalu menjaga lisan dan rahasia keluarga.

Selain itu, terdapat penekanan yang kuat pada aspek kewaspadaan terhadap pengkhianatan, seperti yang terlihat pada peribahasa “Musuh dalam selimut”. Melalui kiasan ini, kita diajarkan bahwa tantangan terbesar sering kali tidak datang dari luar, melainkan dari dalam lingkaran terdekat kita. Jadi, meskipun dunia saat ini sudah berbasis teknologi digital, prinsip untuk tetap mawas diri dan menjaga integritas tetap menjadi hal yang mutlak diperlukan.

Kesimpulan

Berdasarkan uraian di atas, dapat kita simpulkan bahwa kumpulan peribahasa berawalan abjad M mengandung pelajaran moral yang sangat fundamental. Mulai dari pentingnya kerendahan hati untuk bertanya hingga etika dalam menjaga hubungan sosial, semuanya tersampaikan secara elegan melalui metafora yang kuat. Oleh sebab itu, melestarikan peribahasa ini merupakan cara terbaik untuk menjaga kualitas karakter kita di tengah perubahan zaman.

Dengan memahami makna-makna ini, diharapkan kita dapat menjadi pribadi yang lebih mawas diri, jujur dalam bertindak, serta selalu bijaksana dalam menyikapi setiap tantangan kehidupan.

FAQ khusus untuk Peribahasa Abjad M

1. Apa ciri khas peribahasa Abjad M?

Peribahasa Abjad M banyak berisi nasihat kehidupan, kerja keras, dan pengendalian diri. Struktur bahasanya jelas dan mudah dipahami, sehingga sering digunakan dalam pendidikan.

2. Apa makna dari “Malu bertanya sesat di jalan”?

Peribahasa ini mengajarkan bahwa tidak mau bertanya akan menyebabkan kesalahan atau kesesatan, sehingga penting untuk belajar dari orang lain.

3. Apa arti “Mencari jarum dalam jerami”?

Peribahasa ini berarti mencari sesuatu yang sangat sulit ditemukan karena peluangnya sangat kecil.

4. Apa pesan dari “Mulutmu harimaumu”?

Peribahasa ini mengingatkan bahwa perkataan yang tidak dijaga dapat mencelakakan diri sendiri, sehingga penting untuk berhati-hati dalam berbicara.

5. Apa makna “Menyesal kemudian tiada guna”?

Peribahasa ini menekankan bahwa penyesalan yang datang terlambat tidak akan memperbaiki keadaan, sehingga kita harus berpikir sebelum bertindak.

6. Apakah “Muka dua” termasuk peribahasa?

Istilah ini sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari dan dapat dianggap sebagai ungkapan atau idiom. Namun, dalam konteks pendidikan, masih sering dimasukkan sebagai bagian dari peribahasa.

7. Apa makna dari “Masuk kandang kambing mengembik, masuk kandang kerbau menguak”?

Peribahasa ini mengajarkan bahwa seseorang harus mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan atau tempat ia berada.

8. Bagaimana cara mengajarkan peribahasa Abjad M kepada siswa?

Guru dapat menggunakan contoh nyata, cerita sehari-hari, diskusi, dan latihan soal agar siswa memahami makna dan nilai moral yang terkandung dalam peribahasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

- - Daftar Lengkap Bahasa Daerah di Indonesia Berdasarkan 38 Provinsi