Muhammad Iqbal
18 Apr 2026 21:04 - 6 menit membaca

Kumpulan Peribahasa Abjad B Lengkap: Arti dan Makna

Bagikan

Setelah mengeksplorasi deretan kearifan pada abjad A, kini kita beralih ke peribahasa abjad B. Dalam khazanah sastra Nusantara, huruf B merupakan salah satu kategori yang paling kaya akan tamsil atau perumpamaan. Banyak peribahasa di kategori ini menggunakan simbol-simbol yang kuat seperti Batu, Bunga, Burung, hingga Bangkai.

Secara filosofis, peribahasa berawalan B sering kali menekankan pada aspek keteguhan hati, konsekuensi dari perbuatan, serta cara kita memandang kehormatan diri. Mempelajari daftar ini bukan hanya memperkaya literasi, tetapi juga memberikan kompas moral dalam berinteraksi di tengah masyarakat.

Peribahasa Abjad B

Daftar Peribahasa Indonesia Abjad B Lengkap dan Artinya

Tabel di bawah ini merangkum kumpulan peribahasa yang dimulai dengan huruf B, disusun secara sistematis untuk memudahkan Anda memahami makna di balik setiap kiasan.

No Peribahasa Makna
1Badai pasti berlaluSegala kesulitan pasti akan berakhir
2Bagai air dengan minyakDua orang yang tidak pernah bisa rukun atau bersatu
3Bagai air di daun talasTidak tetap pendirian atau selalu berubah-ubah
4Bagai anak ayam kehilangan indukSekelompok orang yang bingung karena kehilangan pemimpin
5Bagai anjing dengan kucingDua orang yang selalu bertengkar jika bertemu
6Bagai api dalam sekamBahaya atau permusuhan yang tersembunyi secara diam-diam
7Bagai api dengan asapDua hal yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain
8Bagai aur dengan tebingHubungan yang sangat erat dan saling tolong-menolong
9Bagai bertemu ruas dengan bukuDua hal yang sangat cocok atau pas sekali
10Bagai bulan jatuh ke ribaMendapat rezeki besar yang tidak disangka-sangka
11Bagai bumi dengan langitPerbedaan kedudukan atau sifat yang sangat jauh/mencolok
12Bagai duri dalam dagingSesuatu yang selalu mengganggu ketenangan hati atau pikiran
13Bagai embun di ujung rumputSesuatu yang rapuh atau tidak bertahan lama
14Bagai enau dalam belukar, melepaskan pucuk masing-masingMementingkan diri sendiri, tidak mau bekerja sama
15Bagai gajah di pelupuk mata tidak tampakKesalahan sendiri yang besar tidak disadari
16Bagai harimau menyembunyikan kukuOrang berilmu/kuat yang menyembunyikan kelebihannya
17Bagai hujan jatuh ke pasirKebaikan atau nasihat yang tidak memberi bekas/hasil
18Bagai kaca terhempas ke batuHati yang hancur berkeping-keping karena sangat kecewa
19Bagai kacang lupa kulitnyaLupa akan asal-usul atau jasa orang yang pernah menolongnya
20Bagai katak dalam tempurungMemiliki wawasan sempit karena kurang pergaulan
21Bagai kera mendapat bungaSeseorang yang mendapat sesuatu yang bagus tapi tidak tahu cara menghargainya
22Bagai kerbau dicocok hidungOrang yang selalu menurut kemauan orang lain tanpa membantah
23Bagai layang-layang putus taliKehilangan pegangan hidup atau tidak tentu arah
24Bagai makan buah simalakamaKondisi serba salah dalam mengambil keputusan
25Bagai menarik rambut dalam tepungMenyelesaikan masalah pelik dengan sangat hati-hati agar tidak ada yang tersakiti
26Bagai menabur garam ke lautMelakukan pemberian atau perbuatan yang sia-sia
27Bagai menatang minyak yang penuhMendidik atau menjaga seseorang dengan sangat hati-hati dan penuh kasih sayang
28Bagai mencencang airMelakukan pekerjaan yang sia-sia dan tidak ada hasilnya
29Bagai mencurahkan air ke daun keladiNasihat yang tidak pernah didengar atau tidak berbekas
30Bagai mendapat durian runtuhMendapat keberuntungan besar secara tiba-tiba
31Bagai menegakkan benang basahMelakukan pekerjaan yang mustahil untuk berhasil
32Bagai mengail di air keruhMencari keuntungan pribadi di tengah kekacauan orang lain
33Bagai menggarami air lautMemberi sesuatu kepada orang yang sudah sangat kaya/berkecukupan
34Bagai menunggu buah jatuhHanya mengharap keberuntungan tanpa mau berusaha
35Bagai musang berbulu ayamOrang jahat yang menyamar menjadi orang baik untuk menipu
36Bagai pagar makan tanamanOrang yang dipercaya menjaga sesuatu malah merusaknya sendiri
37Bagai panas setahun dihapus hujan sehariKebaikan yang banyak hilang karena satu kesalahan kecil
38Bagai pedang bermata duaSesuatu yang bisa menguntungkan sekaligus bisa merugikan
39Bagai pinang dibelah duaDua orang yang wajah atau sifatnya sangat mirip atau serasi
40Bagai pungguk merindukan bulanMengharapkan sesuatu yang sangat tidak mungkin tercapai
41Bagai semut dengan gulaOrang yang datang berkumpul karena adanya keuntungan atau kesenangan
42Bagai siang dengan malamPerbedaan yang sangat jauh atau berlawanan
43Bagai si buta kehilangan tongkatKehilangan pegangan hidup atau pelindung sehingga kebingungan
44Bagai si kudung mendapat cincinMendapat barang bagus namun tidak bisa menggunakannya dengan baik
45Bagai telur di ujung tandukKondisi yang sangat kritis dan berbahaya
46Bagai tikus jatuh ke berasMendapat kemakmuran atau keberuntungan yang besar sekali
47Bahasa menunjukkan bangsaBudaya dan asal-usul seseorang terlihat dari cara bicaranya
48Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepianBersakit-sakit dahulu untuk mendapatkan kesuksesan kemudian
49Berat sama dipikul, ringan sama dijinjingPekerjaan atau masalah yang ditanggung bersama secara adil
50Besar pasak daripada tiangPengeluaran yang lebih besar daripada penghasilan

Analisis Makna: Mengapa Abjad B Begitu Ikonik?

Peribahasa yang dimulai dengan kata “Bagai” atau “Bak” mendominasi abjad ini. Hal ini menunjukkan kecenderungan masyarakat kita dalam menggunakan metafora alam untuk memberikan nasihat. Simbol-simbol seperti Air, Api, dan Tanah digunakan untuk menggambarkan sifat manusia secara objektif namun tetap santun.

Dalam dunia kepemimpinan, peribahasa seperti “Berjalan pelihara kaki, berkata pelihara lidah” adalah prinsip komunikasi yang sangat relevan hingga saat ini. Di tengah gempuran informasi digital, pesan untuk menjaga ucapan menjadi pengingat agar kita tetap memiliki etika dan integritas.

Kesimpulan

Koleksi peribahasa berawalan abjad B memberikan pelajaran berharga tentang realitas kehidupan. Dari prinsip kerja sama (gotong royong) hingga peringatan tentang sifat boros, semuanya tersaji dalam struktur kalimat yang puitis namun tajam. Memahami peribahasa ini membantu kita untuk lebih peka terhadap norma-norma sosial dan memperkaya kecerdasan emosional dalam pergaulan sehari-hari.

Menjaga warisan tutur ini berarti menjaga jati diri bangsa agar tidak luntur oleh perubahan zaman.

FAQ khusus untuk Peribahasa Abjad B

1. Apa yang dimaksud dengan peribahasa Abjad B?

Peribahasa Abjad B adalah kumpulan peribahasa dalam bahasa Indonesia/Melayu yang diawali huruf B, seperti “Bagai air di daun talas” atau “Bagai pinang dibelah dua”.

2. Mengapa banyak peribahasa B diawali kata “Bagai”?

Kata “bagai” digunakan untuk membuat perbandingan atau perumpamaan. Ini adalah ciri khas peribahasa Melayu klasik yang menyampaikan makna melalui analogi kehidupan sehari-hari.

3. Apakah semua peribahasa dengan kata “Bagai” termasuk peribahasa asli?

Tidak semuanya. Hanya ungkapan yang telah dikenal secara turun-temurun dan memiliki makna kiasan yang kuat yang termasuk peribahasa asli.

4. Apa fungsi peribahasa Abjad B dalam kehidupan sehari-hari?

Peribahasa digunakan untuk menyampaikan nasihat, sindiran, atau gambaran situasi secara halus dan bermakna tanpa harus berbicara secara langsung.

5. Apa contoh peribahasa B yang paling populer?

Contohnya seperti “Bagai katak dalam tempurung”, “Bagai pungguk merindukan bulan”, dan “Bagai telur di ujung tanduk”.

6. Apa perbedaan peribahasa dengan perumpamaan seperti “Bagai…”?

Perumpamaan dengan kata “bagai” merupakan bagian dari peribahasa. Peribahasa mencakup lebih luas, termasuk pepatah dan ungkapan, sedangkan “bagai” biasanya menunjukkan bentuk perbandingan.

7. Mengapa peribahasa Abjad B lebih banyak dibanding huruf lain?

Karena banyak peribahasa Melayu klasik menggunakan struktur perbandingan dengan kata “bagai”, sehingga jumlahnya lebih banyak dibanding huruf lain.

8. Apakah peribahasa masih relevan di era modern?

Ya, sangat relevan. Peribahasa mengandung nilai moral, kebijaksanaan, dan pengalaman hidup yang tetap berlaku hingga saat ini.

9. Bagaimana cara menggunakan peribahasa dengan tepat?

Gunakan sesuai konteks dan pahami maknanya. Peribahasa yang tepat dapat membuat komunikasi menjadi lebih kuat, halus, dan berkesan.

10. Bagaimana cara mengetahui peribahasa itu benar-benar asli?

Peribahasa asli biasanya tercatat dalam kamus peribahasa, buku pelajaran, atau literatur Melayu klasik. Hindari menggunakan kalimat modern yang hanya menyerupai peribahasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

- - Daftar Lengkap Senjata Tradisional Indonesia 38 Provinsi